Catatan Setelah Membaca Tefsir Jalalain
By Ari Wahyudi
Surat
Alwaqi’ah
Menjelaskan tentang pembalasan pada hari kiamat. Pada hari itu
semua manusia yang telah meninggal dihidupkan kembali dalam bentuk yang tidak
diketahui. Mereka di bagi dalam tiga golongan yaitu:
1.
Golongan
kanan
Mereka adalah kumpulan orang-orang
yang mendapat buku (catatan perbuatannya ketika di dunia) dengan tangan kanan.
Mereka temasuk golongan ahli surga.
2.
Golongan
kiri
Mereka adalah kumpulan orang-orang
yang mendapat buku (catatan perbuatannya ketika di dunia) dengan tangan kiri. Mereka
temasuk golongan ahli neraka.
3.
Golongan
para nabi
Catatan:
Menurut saya mengapa dengan membaca surat ini orang bisa terhindar
dari kefakiran, karena dengan memahami kandungan tersebut di atas diharapkan
manusia dapat masuk menjadi anggota golongan kanan. Dengan masuk kegolongan
tersebut manusia akan terhindar dari kefakiran di akhirat, karena kefakiran di
akhirat lebih menderita daripada kefakiran di dunia. Allahu’alam
Surat
Al’ankabut 1-20
Orang-orang musyrik pada zaman dulu telah berkata kepada kaumnya
bahwa mereka dapat memikul dosa mereka. Hal ini sama dengan pendapat agama lain
yang menyatakan bahwa mereka dapat menebus dosa seseorang.
Surat Alahzab 56
Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk
bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi mengapa masih ada orang mukmin yang
enggan untuk bershalawat kepadanya?. Apakah mereka tidak tahu bahwa Allah SWT
bershalawat kepada beliau.
Surat Alfathir 29
Orang yang sukses adalah orang yang membaca dan mempelajari
Alquran. Serta ia mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Surat Ash
Shaaffaat 36
وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ
مَجْنُونٍ
“dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya
kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair
gila?"
Saat dahulu Rasul SAW dianggap gila oleh orang-orang
yang tidak beriman. Zaman sekarang ada juga orang yang menganggap Rasul SAW gila
yaitu orang-orang yang tidak beriman. Bagaimana mungkin orang yang gila
mengajarkan kebaikan kepada umatnya. Rasul mengajarkan kita untuk berbuat baik
kepada sesama. Rasul mengajarkan ketika seseorang ditampar pipi kanannya maka
berikan pipi yang sebelah kiri.
Surat Sad
رُدُّوهَا
عَلَيَّ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالأعْنَاقِ
"Bawalah
semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.
(QS Sad :33)
Tafsir jalalain:
(Ia berkata, "Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku")
yaitu kuda-kuda yang ditampilkan tadi kemudian mereka membawanya kepada Nabi
Sulaiman (lalu ia membabat kuda-kuda itu) dengan pedangnya (pada kaki-kakinya)
lafal As-Suuq ini adalah bentuk jamak dari lafal Saaqun (dan pada lehernya)
artinya Nabi Sulaiman menyembelih semua kuda-kuda itu kemudian memotong kakinya
sebagai kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena kuda-kuda itu
ternyata membuatnya lalai dari salat; kemudian ia menyedekahkan
daging-dagingnya. Akhirnya Allah menggantikan kudanya dengan kendaraan yang
jauh lebih baik dan lebih cepat larinya, yaitu kendaraan angin; angin dapat
diperintah untuk bertiup dengan membawanya ke mana saja yang ia kehendaki.
Berdasarkan ayat diatas menurut saya apabila menginginkan sesuatu
maka bersedekahlah. Allah SWT akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang
kita sedekahkan. Allahua’lam.
إِلا
إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
kecuali iblis; dia
menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. (QS Sad:74)
Tafsir Jalalain:
074. (Kecuali iblis) dia adalah bapaknya jin yang dahulunya campur
bersama dengan malaikat (dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang
yang kafir) menurut ilmu Allah.
Berdasarkan tafsir di atas iblis adalah bapaknya Jin. Dan dia
termasuk orang yang sombong serta membanggakan diri. A’udzubillaahi min dzaalik
semoga kita terlindung dari sifat tersebut.
Surat Azzumar
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ
وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ
حِسَابٍ
Katakanlah: "Hai
hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang
berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka
tanpa batas. (QS Azzumar:10)
Tafsir Jalalain:
010. (Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang
beriman, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian") takutlah kalian akan
azab-Nya, yaitu dengan jalan menaati-Nya. (Orang-orang yang berbuat baik di
dunia ini memperoleh) melalui jalan ketaatan kepada Rabbnya (kebaikan) yakni
surga. (Dan bumi Allah itu adalah luas) maka hijrahlah ke negeri yang lain
meninggalkan orang-orang kafir demi menghindarkan diri dari menyaksikan hal-hal
yang mungkar. (Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan) yang
sabar di dalam menjalankan ketaatan dan sabar di dalam menahan ujian yang
menimpa diri mereka (pahala mereka tanpa batas) yakni tanpa memakai neraca dan
timbangan lagi.
Berdasarkan
tafsir di atas kita dianjurkan untuk berhijrah ke tempat lain, supaya terhindar
dari menyaksikan perbuatan munkar. Allahu a’lam
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ
الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ
وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ
yang mendengarkan
perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah
orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang
mempunyai akal. (QS Azzumar:18)
Tafsir Jalalain:
018. (Yaitu, orang-orang yang mendengarkan
perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya) mengikuti sesuatu
yang mengandung kemaslahatan bagi mereka. (Mereka itulah orang-orang yang telah
diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal) yang
mempunyai pikiran.
Berdasarkan tafsir di atas apabila kita
dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, maka kita dianjurkan untuk memilih yang
paling baik diantara keduanya. Pilihan tersebut haruslah mengandung
kemaslahatan bersama.
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى
مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Katakanlah:
"Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan
bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui, (QS Azzumar:39)
Tafsir
Jalalain:
039. (Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah
sesuai dengan keadaan kalian) kondisi kalian (sesungguhnya aku akan bekerja
pula) sesuai dengan keadaanku (maka kelak kalian akan mengetahui)
Allah
menyuruh manusia untuk berbuat sesuai kemampuannya. Kita diperintahkan untuk
melakukan sesuatu sesuai kemampuan dan jangan berlebihan. Apabila merasa tidak
mampu maka jangan memaksakan diri karena Allah SWT berbuat sesuai dengan
kemampuan-Nya.
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ
وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan
sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu:
"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan
tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Azzumar:65)
Tafsir
Jalalain:
065. (Dan sesungguhnya telah diwahyukan
kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu) demi Allah ("Jika kamu
mempersekutukan Allah) hai Muhammad, seumpamanya (niscaya akan hapuslah amalmu
dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.)
Perbuatan
musyrik sangat dibenci Allah SWT. Dan Dia akan menghapus amal (baik) orang yang
melakukan perbuatan tersebut. Maka jauhilah perbuatan musyrik sejauh-jauhnya.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ
فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ
ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
Dan
ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali
siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka
tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (QS Azzumar:68)
Tafsir
Jalalain:
068. (Dan ditiuplah sangkakala) pada tiupan
yang pertama (maka matilah) artinya mati mendadaklah (siapa yang di langit dan
di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah) yaitu para bidadari, para pelayan
surga dan selain keduanya. (Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka
tiba-tiba mereka) yakni semua makhluk yang telah mati itu (berdiri seraya
menunggu) apa yang bakal diputuskan terhadap diri mereka.
Berdasarkan
tafsir di atas pada tiupan sangkakala pertama semua makhluk akan dimatikan
kecuali yang dikehendaki Allah SWT. Mereka adalah para bidadari, para pelayan
surga, dll. Dan pada tiupan kedua mereka semua dihidupkan kembali. Allahu
a’lamu
Surat
Almukmin
رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ
يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ
يَوْمَ التَّلاقِ
(Dialah)
Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan
(membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan
(hari kiamat), (QS Almukmin:15)
Tafsir
Jalalain:
015. (Dialah Yang Maha Tinggi
derajat-Nya) maksudnya, Allah Maha Agung sifat-sifat-Nya, atau Dialah Yang
mengangkat derajat orang-orang yang beriman di surga (Yang mempunyai Arasy)
Yang menciptakannya (Yang menurunkan Ar-Ruuh) yakni wahyu (dari perintah-Nya)
atau firman-nya (kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya,
supaya dia memperingatkan) maksudnya, orang yang menerima wahyu itu
diperintahkan untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada manusia (tentang hari
pertemuan) dapat dibaca At-Talaaqi atau At-Talaaqiy dengan memakai huruf Ya.
Yakni hari kiamat, karena pada hari itu penduduk langit dan penduduk bumi
bertemu, dan bertemu pula antara Yang Disembah dan yang menyembah, sebagaimana
dipertemukan pula antara orang yang aniaya dan orang yang dianiaya.
Pada hari kiamat
penduduk bumi akan bertemu dengan penduduk langit. Dan kelak Allah SWT akan
mengangkat derajat orang-orang yang beriman.
الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ
نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لا ظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Pada hari
ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang
dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS
Almukmin:17)
Tafsir
Jalalain:
017. (Pada hari ini tiap-tiap jiwa
diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada
hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya) Dia menghisab semua makhluk
hanya dalam waktu setengah hari dunia, demikianlah menurut keterangan hadis.
Allah SWT menghisab
manusia dalam waktu setengah hari (± 6 jam). Maka menurut saya ketika ada
masalah kita harus secepatnya menyelesaikannya jangan lebih dari 6jam. Dan
apabila masalah itu belum selesai dalam waktu 6jam maka beristirahatlah sejenak.
Allahu a’lamu.
إِنَّا لَنَنْصُرُ
رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ
الأشْهَادُ
Sesungguhnya
Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan
dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS Almukmin:51)
Tafsir
Jalalain:
051. (Sesungguhnya Kami menolong
rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada
hari berdirinya saksi-saksi) yaitu hari kiamat. Lafal Al-Asyhaad adalah bentuk
jamak dari lafal Syaahidun; para saksi tersebut adalah malaikat-malaikat yang
memberikan kesaksian bagi para rasul, bahwasanya rasul-rasul itu telah
menyampaikan risalah-Nya dan mereka mendustakan orang-orang kafir.
Allah SWT akan
menolong orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia. Sehingga kita tidak
perlu khawatir saat dalam kesusahan, karena Allah SWT pasti akan menolong
hambanya.
إِنَّ الَّذِينَ
يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي
صُدُورِهِمْ إِلا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Sesungguhnya
orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang
sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan
akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah
perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS Almukmin:56)
Tafsir
Jalalain:
056. (Sesungguhnya orang-orang yang
memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah) yakni Alquran (tanpa alasan) tanpa
argumentasi (yang sampai kepada mereka, tidak ada) (dalam dada mereka melainkan
hanyalah keinginan akan kebesaran) yakni tinggi diri dan tamak ingin mengatasi
kamu (yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya maka mintalah
perlindungan) dari kejahatan mereka (kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar) akan semua perkataan mereka (lagi Maha Melihat) keadaan mereka; ayat
ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang ingkar kepada hari berbangkit.
Oarang-orang yang
memperdebatkan ayat-ayat Allah SWT tanpa alasan mereka hanya mengharapkan kedudukan
yang tinggi. Maka seandainya ia tidak mendapatkannya niscaya dia tidak akan
memperdebatkannya. Allahu a’lamu.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا
رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ
نَقْصُصْ عَلَيْكَ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلا بِإِذْنِ
اللَّهِ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ
الْمُبْطِلُونَ
Tafsir Jalalain:
078. (Dan sesungguhnya telah Kami utus
rasul-rasul sebelum kamu; di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan
di antara mereka ada -pula- yang tidak Kami ceritakan kepadamu) menurut suatu
riwayat diceritakan, bahwa Allah swt. telah mengutus delapan ribu orang nabi
untuk menjadi rasul; yang empat ribu orang di antaranya dari kaum Bani Israel,
sedangkan yang empat ribu orang lagi dari kalangan umat-umat selain Bani
Israel. (Tidak dapat bagi seorang rasul) di antara rasul-rasul itu (membawa
suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah) karena mereka juga hamba-hamba
Allah yang diperintah oleh-Nya (maka apabila telah datang perintah Allah) yang
memerintahkan supaya azab diturunkan atas orang-orang kafir (diputuskan) semua
perkara di antara rasul-rasul dan orang-orang yang mendustakannya (dengan adil.
Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil) yakni,
keputusan itu merupakan kemenangan bagi rasul-rasul dan kerugian bagi
orang-orang yang mendustakannya; pada hakikatnya sebelum itu pun orang-orang
yang mendustakan para rasul sudah merugi.
Allah SWT telah
mengutus delapan ribu orang nabi untuk menjadi rasul; yang empat ribu orang di
antaranya dari kaum Bani Israel, sedangkan yang empat ribu orang lagi dari
kalangan umat-umat selain Bani Israel.
Surat Fushshilat
Penciptaan
langit dan bumi
قُلْ أَئِنَّكُمْ
لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ
أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah:
"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua
masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah
Tuhan semesta alam". (QS Fushilat:9)
Tafsir
Jalalain:
009. (Katakanlah, "Sesungguhnya
patutkah kalian) kedua huruf Hamzah pada lafal A-innakum dapat dibaca Tahqiq
dan dapat pula dibaca Tas-hil (kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua
hari) yaitu hari Ahad dan hari Senin (dan kalian adakan sekutu-sekutu
bagi-Nya") tandingan-tandingan bagi-Nya. (Yang bersifat demikian itulah
Rabb) yakni pemilik (semesta alam) lafal Al-Aalamiina adalah bentuk jamak dari
lafal Aalamun, maksudnya adalah segala sesuatu yang selain Allah. Kemudian
dijamakkan mengingat jenisnya yang bermacam-macam, dan jamak di sini memakai Ya
dan Nun karena memprioritaskan makhluk yang berakal.
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ
مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ
أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ
Dan Dia
menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya
dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat
masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (QS Fushilat:10)
Tafsir
Jalalain:
010. (Dan Dia menjadikan) merupakan jumlah
Istinaf, dan tidak boleh di'athafkan kepada Shilah Al-Ladzii karena ada pemisah
yang bersifat Ajnabii yaitu ayat, Wataj'aluuna Lahuu Andaadan dan seterusnya
(di bumi itu gunung-gunung) yang kokoh dan kuat (di atasnya dan Dia
memberkahinya) dengan air yang banyak, dan tanam-tanaman serta pohon-pohon yang
banyak pula (dan Dia menentukan) artinya, membagi-bagikan (padanya kadar
makanan-makanannya) untuk manusia dan fauna (dalam) masa penjadian yang
sempurna yaitu (empat hari) hal ini dijadikan-Nya pada hari Selasa dan Rabu
(yang genap) dinashabkan karena menjadi Mashdar, maksudnya penciptaan itu
selama empat hari genap; tidak bertambah dan tidak pula berkurang dari itu
(bagi orang-orang yang bertanya) maksudnya, sebagai jawaban bagi orang-orang
yang menanyakan tentang penciptaan bumi dan segala isinya.
Inilah
bukti bahwa Alquran mengandung ilmu pengetahuan alam. Maka pantaslah apabila
Alquran menjadi mukjizat, karena ia benar-benar dahsyat dan lengkap. Melalui
Alquran orang dapat mengetahui bagaimana pola hidup alam. Maka Alquran pantas
dijadikan rujukan bagi para ahli ilmu yang berkaitan dengan alam. Allahu a’lamu
Asy syura 42: 1- 20 (Penciptaan Hawa dari
Tulang Rusuk Adam AS)
فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ
شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“(Pencipta langit dan bumi) Dialah Yang mengadakan langit dan
bumi (Dia menjadikan bagi kalian dari jenis kalian sendiri pasangan-pasangan)
sewaktu Dia menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam (dan dari jenis binatang
ternak pasangan-pasangan) ada jenis jantan dan ada jenis betina (dijadikan-Nya
kalian berkembang biak) maksudnya, mengembangbiakkan kalian (dengan jalan itu)
yaitu melalui proses perjodohan. Dengan kata lain, Dia memperbanyak kalian
melalui anak beranak. Dhamir yang ada kembali kepada manusia dan binatang
ternak dengan ungkapan yang lebih memprioritaskan manusia. (Tidak ada sesuatu
pun yang serupa dengan Dia) huruf Kaf adalah Zaidah, karena sesungguhnya Allah
swt. tiada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya (dan Dialah Yang Maha Mendengar)
semua apa yang dikatakan (lagi Maha Melihat) semua apa yang dikerjakan”.
mohon maaf apabila ada kesalahan/kekurangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar